Testimoni Penggunna Kangen Water

Hello there,

 
Nama saya Christine, saya anak paling besar dari 2 bersaudara.  Mama saya meninggal karena kanker, beliau mulai sakit pada tahun 1995 (Breast cancer/ Kanker payudara) dengan stadium 4 saat itu.

 
Kondisi kami semua terpukul, saat itu saya masih duduk di kelas SD. Mama saya akhirnya harus di operasi, tetapi tahun 2000 kanker nya menjalar ke paru-paru. Habis-habisan papa mengeluarkan semua uangnya. Sampai harus menjual rumah dan mobil yang kita punya. Karena mama akan dibawa ke Belanda, disana ada dokter yang pernah berhasil menyembuhkan pasien kanker (salah satunya saat itu adalah Rima Melati pasien nya).
Sayang nya, disana paru2 mama diangkat sebelah. Saat terbangun, nafasnya menjadi lebih pendek, tubuhnya semakin bengkak. Saat pulang saya ingin banget bisa nangis, tapi sayangnya harus ditahan air mata kita. Supaya mama jangan makin sedih dan terpuruk dengan keadaan nya. Perjuangan beliau harus berhenti di tahun 2001. Setelah dilepas infus dan mesin, Mama langsung terlihat lebih lega dan tenang. Kemudian beliau pergi untuk selamanya dengan umur 40 tahun saat itu.
Saking shock nya, kita sampe ga bisa keluarin air mata. Terlalu cepet semuanya terjadi. beberapa bulan berlalu, hidup hampa banget. Setiap sudut rumah bisa terbayang penderitaan dia karena kanker.
Tahun 2005 saya akhirnya menikah, setahun kemudian mempunyai anak. Semenjak si kecil lahir, mata dan pikiran saya mulai terbuka untuk tau kesehatan lebih. Dimulai dari sering mencari tau via internet, banyak membaca buku (saya lebih mengutamakan buku yang bestseller). Sampai akhirnya saya bertemu buku Dr. Hiromi Shinya (The Enzyme Factor). Bagaimana beliau membicarakan diet, mencegah kanker dan menjaga enzyme kita agar tidak habis dan rusak. Kemudian Di tengah halaman disebut air “Kangen Water” (di sinilah awal saya mengenal Kan-Gen water).

Saya merasa penasaran dengan air ini, seperti yang disebutkan dokter Hiromi. Akhirnya saya mencari tau banyak di internet. Dan respon nya pun juga positif semua. Saya mencari distributor di Jakarta tetapi tidak ada, akhirnya ketemu distributor yang di Batam. Dimana akhirnya mereka mereferensikan nama saya kepada satu orang yang nantinya akan datang menemui saya.
Saya bertemu dengan orang tersebut, bagaimana dia mendemo-kan mesin dan airnya. Saya tercengang bagaimana sebuah mesin yang hanya sebuah air bisa melakukan banyak hal, dan saya juga tertarik bahwa ternyata “sel Kanker bersifat asam (acidic),Kanker hidup di alam asam dimana di dapat dari makanan dan minuman kita yang makan sehari2.  Sel kanker tidak bisa hidup di alam basa (alkaline)”. Basa inilah didapat dari air Kan-Gen water ini.
Membeli segala hal untuk yang bersifat sehat saja sudah mahal. Apalagi kalau sudah sakit ya? Saya sudah mengalami posisi kehilangan semuanya, dan papa saya berjuang sendiri memulai dari nol. DAN akhirnya tetap saja harus kehilangan orang yang kita sayangi…. Mau sebanyak apapun kalau sudah sakit, harta akan habis. Semoga semakin banyak orang yang bs sadar arti kesehatan. Dimulai dengan sedikit kesadaran saja sudah lebih baik daripada menghiraukan kesehatan itu sendiri.

“Bila tidak mau sadar demi kesehatan kita, paling tidak janganlah merusak tubuh kita sendiri”

 
-Christine-

Facebook Comments

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *